Blogger Widgets

Rabu, 27 April 2016

PRESENTASI BISNIS (Kelompok)


1.      Pengertian Presentasi
Presentasi adalah suatu kegiatan berbicara di hadapan banyak hadirin atau salah satu bentuk komunikasi. Presentasi merupakan kegiatan pengajuan suatu topik, pendapat atau informasi kepada orang lain. Berbeda dengan pidato yang lebih sering dibawakan dalam acara resmi dan acara politik, presentasi lebih sering dibawakan dalam acara bisnis.
2.      Tahapan yang Disiapkan Sebelum dan Sesudah Presentasi

a)      Persiapan yang dilakukan sebelum presentasi :
1)      Tentukan tujuan presentasi dan identifikasi apa tujuan pribadi kita melakukan presentasi
2)      Kenali audiens dan perkirakan apa yang sudah mereka ketahui atau belum
3)      Tentukan topik pembicaraan
4)      Susun bahan sehingga tampak runtut dan masuk akal untuk mencapai tujuan kita
5)      Buatlah materi presentasi
6)      Tambahkan bantuan-bantuan visual.
7)      Latihan presentasi, jangan lupa ukur waktunya.
8)      Buatlah penyempurnaan seperlunya
9)      Analisis ruangan dimana kita akan memberikan presentasi.
10)  Latihan lagi.

b)      Sesudah Presentasi :

1.      Berikan Isyarat dan Ringkasan
Hal pertama yang harus Anda lakukan untuk mengakhiri presentasi adalah memberikan tanda atau isyarat bahwa Anda akan mengakhiri presentasi Anda agar semua audiens kembali memperhatikan.
“Baik, sampailah kita pada akhir presentasi…”
“Sebelum mengakhiri presentasi,….”

2.      Tutup dengan Mengajak Aksi dan Keterlibatan

Setelah isyarat dan ringkasan diberikan, tibalah Anda untuk menutup presentasi Anda.Pola umumnya ada 2 yaitu: Anda meminta audiens untuk terlibat atau Anda meminta Audiens untuk ikut melakukan sesuatu.
Biasanya ada kutipan-kutipan motivasi, ada ungkapan tertentu atau frasa kalimat tertentu yand ditekankan untuk mengugah dan mengajak audiens ikut berbuat atau melakukan sesuatu.
3.      Alat Bantu Presentasi dan Manfaatnya
Apa saja alat bantu yang digunakan dalam presentasi dan manfaatnya :
A.    Laptop dan proyektor.

Saat ini keberadaan laptop dan proyektor seakan sudah tidak bisa dipisahkan dengan kegiatan presentasi. Hal itu tidak lepas dari fungsi keduanya yang sangat mendukung pelaksanaan dan keberhasilan sebuah presentasi.  Sebenarnya kedua alat tersebut fungsi utamanya adalah menampilkan apa yang sedang dipresentasikan. Keberadaannya bisa disamakan dengan tulisan di kertas, tulisan di papan tulis maupun tulisan di slide yang menggunakan overhead proyektor .
Laptop dan proyektor mempunyai kemampuan yang lebih besar tidak hanya menampilkan tulisan saja, namun juga foto dan film sehingga lebih banyak hal yang bisa ditampilkan. Program yang biasa digunakan untuk presentasi adalah Microsof Power Point. Anda bisa belajar menggunakan program tersebut melalui buku maupun tutorial  di internet.
Sebelum Anda presentasi, Anda harus mempersiapkan dahulu slide-slide yang akan dipresentasikan, tentunya yang sesuai dengan topic presentasi Anda. Tulisan dalam slide sebaiknya berisi point-point pembicaraan, jangan dituliskan semua isi pembicaraan Anda. Itu akan lebih bisa ditangkap dan diingat oleh audien karena mereka hanya akan melihat slide kita sekali dan dalam waktu yang tidak lama.
Gunakan jenis huruf-huruf yang enak dibaca dalam ukuran yang sesuai. Jenis huruf (font) yang biasa digunakan dan enak dibaca adalah Tahoma, Calibri, Arial Rounded MT Bold, Century Gothic.
B.     Alat Peraga
Alat peraga juga sangat penting untuk mendukung presentasi khususnya presentasi tentang produk tertentu. Anda bisa langsung membawa produk yang sedang dipresentasikan agar audien langsung tahu produk Anda sekaligus untuk menanamkan produk Anda dalam memori audien. Untuk produk yang perlu operasioal tertentu, misalnya alat-alat rumah tangga, produk elektronik, Anda harus jelaskan cara menggunakan, manfaat, cara mengatasi problem operasional, cara mengganti spare part   dan lain-lain.
Yang pasti dengan membawa alat peraga, presentasi Anda akan lebih menarik dan akan lebih mendukung kepentingan pemasaran produk Anda.
C.     Sound System
Peralatan berupa pengeras suara (sound system) juga sangat penting. Tata suara yang baik akan membuat audien betah mengikuti presentasi. Tanpa pengeras suara, sebuah presentasi yang diikuti banyak audien dalam sebuah ruangan yang cukup besar tidak akan bisa berlangsung karena tidak semua audien mendengar apa yang kita sampaikan.
Sebagai presenter, Anda harus memastikan bahwa perangkat pengeras suara sudah beres sebelum Anda melakukan presentasi. Khususnya jika Anda adalah pembicara pertama walaupun sudah dites oleh panitia.
Terkadang perangkat yang baikpun bisa menimbulkan bunyi “efek”  yaitu bunyi berdenging. Hal itu bisa terjadi jika microphone kita posisikan berhadapan langsung dengan speaker dalam jarak yang relative dekat. Oleh karena itu jika pengeras suara berada di dekat kita, jangan sampai kita memegang microphonenya menghadap ke pengeras suara tersebut.
D.    Lampu
Lampu atau sumber cahaya juga sangat penting. Tanpa sumber cahaya yang cukup, presentasi dipastikan tidak akan berlangsung secara baik dalam waktu yang lama. Tanpa penerangan yang cukup, audien cenderung akan mudah mengantuk dan tidak konsentrasi.
Pastikan bahwa alat penerang khususnya pada malam hari cukup menerangi semua audien maupun kita sebagai presenter.
Khusus untuk lampu yang di dekat layar dari slide proyektor, ada baiknya jika diredupkan untuk memperjelas pandangan ke layar.
Alat bantu tersebut keberadaanya memang tidak mutlak, namun sangat mendukung keberhasilan sebuah presentasi. Yang tidak kalah penting adalah kemampuan kita sebagai presenter baik dalam berbicara maupun menggunakan berbagai alat bantu tersebut dengan baik.
4.      Pentingnya Menganalisa Audiens Saat Presentasi
Apakah penting menganalisa Audiens saat presentasi?”
Menganalisa Audiens saat presentasi sangatlah penting. Kita harus tahu bagaimana cara menganalisa, memahami dan memberikan apa yang audiens inginkan. Jika Anda mengenal audiens dengan baik. Presentasi yang Anda bawakan menjadi mudah, karena Anda tahu betul apa yang mereka inginkan. Anda dapat menentukan mana informasi yang harus disampaikan dan mana yang tidak perlu. Meyakinkan audiens pun menjadi jauh lebih mudah, karena Anda mengerti faktor apa yang mempengaruhi mereka dalam mengambil tindakan.
Mengenal audiens bukan sebatas mengetahui bahwa mereka adalah atasan Anda, rekan kerja, mahasiswa, atau masyarakat umum. Mengenal audiens mencakup mengenal nama, posisi mereka dalam organisasi, keputusan apa yang biasa mereka ambil, dan apa yang mereka butuhkan dari presentasi Anda. Tak kalah penting, mengapa mereka datang untuk menyaksikan presentasi Anda. Dan ini adalah berbagai hal yang harus anda ketahui:

1.      Siapa Audiens Presentasi Anda?

Sebelum mulai mempersiapkan presentasi, cari tahu siapa saja yang akan hadir dalam presentasi Anda. Semakin lengkap informasi yang Anda punya, Anda akan semakin siap berlaga di medan pertempuran presentasi.
Dalam The Art of War, Sun Tzu mengatakan: “Yang mengenali dirinya, mengenali lawannya dan mengenali medan tempurnya, akan memenangkan setiap pertempuran.”
Sebuah presentasi adalah medan tempur komunikasi. Anda ingin pesan yang Anda sampaikan diterima sebaik mungkin oleh audiens.
Karena itu, kenali kekuatan diri Anda sebagai pembicara dalam presentasi dan  kenali lawan Anda (audiens serta apa yang mereka harapkan), dan kenali medan pertempuran (media komunikasi, tempat presentasi, dan pendekatan khusus yang mungkin Anda perlukan). Maka Anda akan memenangkan setiap presentasi.

2.      Apa Saja Yang Perlu Anda Ketahui Dari Audiens?
Berikut beberapa hal yang perlu Anda ketahui dari audiens:
§  Kalangan mana audiens yang akan hadir?
§  Apa latar belakang pendidikan, atau pekerjaan mereka?
§  Sejauh mana tingkat pengetahuan mereka terhadap topik yang akan Anda sampaikan?
§  Bagaimana gaya belajar mereka?
§  Apa yang mereka suka untuk didengar, dan apa yang tidak mereka suka?
§  Apa tujuan mereka mendengarkan presentasi Anda?
§  Mengapa mereka perlu mendengarkan Anda?

Jadi jangan pernah lupa setiap kali hendak mempersiapkan presentasi, kenali dulu para audiens maka Anda bisa berkomunikasi dengan baik.

5.      Pentingnya Presentasi Bisnis bagi Pemimpin Organisasi

Presentasi merupakan hal yang sangat dibutuhkan untuk memperkenalkan sesuatu, terutama dalam dunia bisnis. Untuk itu para pemeran bisnis terutama pemimpin bisnis di haruskan untuk mempresentasikan bisnisnya agar bisa di kenal dan di terima oleh khalayak ramai. Berikut ini adalah alasan mengapa presentasi sangat berperan penting dalam kehidupan bisnis seorang pemimpin organisasi:
·         Efisien
Lewat presentasi, pemimpin organisasi bisa leluasa menyampaikan informasi kepada audiens dan dirasa lebih efisien dari mengirim surat kaba atau media lainnya.
·         Menarik
Banyak pemuka bisnis yang terlalu monoton dalam mempromosikan dan memberikan informasi kepada khalayak, dengan itu presentasi hadir untuk menarik lebih bayak minat audiens.


Sumber :
Rona Binham ,2013, Langkah-langkah menampilkan presentasi cerdas dan meyankinkanhttp://www.presentasi.net/langkah-presentasi-cerdas-meyakinkan/

KELOMPOK :
·         Arif Ardian                                  (11613318)
·         Esterlina Sitanggang                (12613985)
·         Intan Miranti S                          (14613440)

·         Rd. Yuvi Maulidha                    (17613104)

Laporan Bisnis dan Contoh Surat Penawaran


Laporan bisnis adalah suatu laporan yang memiliki sifat netral, tidak memihak, memiliki tujuan yang jelas dan berisi rencana penyajian fakta kepada seseorang atau lebih untuk tujuan bisnis tertentu.
Menurut Herta A. Murphy Laporan Bisnis adalah suatu laporan yang memiliki sifat netral, tidak memihak, memiliki tujuan yang jelas, dan berisi rencana penyajian fakta kepada seorang atau lebih untuk tujuan bisnis tertentu.
Menurut Himstreet Laporan Bisnis adalah suatu pesan-pesan objektif yang disusun secara teratur dan digunakan untuk menyampaikan informasi dari suatu bagian organisasional atau dari satu institusi atau lembaga kelembaga yang lain guna membantu pengambilan keputusan atau pemecahan masalah.
secara umum penulisan laporan digunakan untuk memenuhi berbagai keperluan antara lain:

a.     Untuk memantau dan mengendalikan operasi perusahaan. Misalnya, laporan operasi, laporan kegiatan karyawan
b.    Untuk membantu mengimplementasikan kebijakan dan prosedur yang telah ditetapkan perusahaan. Misalnya kebijakan penempatan karyawan.
c.     Untuk memenuhi persyaratan hokum dan peraturan yang berlaku bagi perusahaan. Misalnya, laporan pajak, laporan analisis dampak lingkungan, laporan ketenagakerjaan (perburuhan).
d.    Untuk mendokumentasikan kinerja, baik untuk kebutuhan internal maupun kebutuhan eksternal. Misalnya, laporan kinerja, laporan perkembangan kegiatan.
e.     Untuk menganalaisis informasi dan memberikan masukan bagi pengambil keputusan atas isu tertentu. Misalnya laporan riset, laporan justifikasi.
f.     Untuk memperoleh sumber pendanaan dan membuka bisnis baru. Misalnya, proposal penjualan, proposal pengembangan produk baru.

II.                  JENIS – JENIS LAPORAN BISNIS
laporan bisnis dapat digolongkan kedalam jenis sebagai berikut :

1.       Laporan menurut fungsinya

Jenis laporan menurut fungsinya terdiri atas laporan informasional dan Laporan Analitis. Laporan informasional adalah laporan yang bersifat memberikan informasi. Menyajikan fakta-fakta tanpa melakukan analisis, tanpa kesimpulan, dan tanpa member rekomendasi. Sedangkan laporan analitis adalah laporan yang menyajikan fakta, menganalisis dan mengintrepertasikannya, kemudian menyimpulkan dan memberikan rekomendasi. Beberpa contoh dari jenis ini adalah laporana kemajuan pekerjaan, laporan rekomendasi, proposal, dan sebagainya.

2.       Laporan menurut subjeknya
Laporan menurut sujeknya adalah laporan yang didasarkan menurut departemen atau unit tempat laporan itu diperoleh. Contoh-contohnya adalah laporan akutansi, laporan personalia, laporan produksi dan sebagainya.

3.       Laporan menurut formalitasnya

Laporan jenis ini dapat dibedakan atas laporan formal atau laporan laporanpanjang (pada umumnya lebih dari 10 halaman) dan laporan nonformal ataulaporan singkat.

4.       Laporan menurut Keasliannya

Laporan yang terdiri dari laporan otoritas, laporan sukarela, laporan swasta,dan laporan publik. Laporan otoritas yang dibuat atas dasar permintaan ataukuasa dari orang lain; laporan sukarela disusun atas inisiatif dari pembuat laporan itu sendiri; laporan swasta adalah laporan yang dibuat oleh organisasi/perusahaan swasta; dan laporan publik disusun olehlembaga/organisasi pemerintah atau lembaga yang dibiayai oleh negara

5.       Laporan menurut frekuensinya

Laporan menurut frekuensinya terdiri dari laporan berkala yaitu laporan yangdisusun secara harian, mingguan, bulanan, semesteran, dan tahunan. Contoh,laporan penjualan harian; sedangkan laporan khusus merupakan laporan atas suatu kejadian yang unik (khusus) seperti munculnya krisis dalam suatu perusahaan.

6.       Laporan menurut jenisnya

Laporan jenis terdiri dari laporan memorandum, laporan surat, laporan dalambentuk cetakan, dan laporan panjang (laporan formal).

7.       Laporan menurut kegiatan projek

Laporan macam ini terdiri atas laporan pendahuluan, laporan perkembangan,dan laporan akhir.

8.       Laporan menurut pelaksanaan pertemuan

Yang termasuk ke dalam laporan jenis ini adalah agenda, resolusi, notulen, danlaporan pertemuan. Agenda adalah suatu dokumen yang ditulis sebelum suatupertemuan berlangsung, dan biasanya terdiri dari jadwal pelaksanaan dan topikyang akan dibahas dalam pertemuan sehingga akan membantu peserta dalam mempersiapkan peserta. Resolusi merupakan laporan singkat yang secara formal berisi pengumuman hasil konsensus dalam suatu pertemuan.  Notulen adalah laporan resmi dalam suatu pertemuan yang telah berlangsung yangmencakup semua hal yang terjadi dalam suatu pertemuan. Laporan pertemuanmerupakan laporan resmi yang mencakup bahasan yang lebih luas dan berisihasil pertemuan atau konfrensi penting.

III.                ISI LAPORAN BISNIS

1.      Pendahuluan
Dalam bagian pendahuluan ada 11 (sebelas) hal yang perlu dipertimbangkan, yakni:
a. Pemberi Kuasa, adalah individu/organisasi yang meminta laporan:
b. Tata-letak, menginformasikan kepada pembaca tentang apa saja yang akan dibahas dalam laporan bisnis;
c. Masalah, biasanya diformulasikan di awal pendahuluan sebelum maksud atau tujuan laporan bisnis dinyatakan;
d. Maksud, merupakan poin penting dalam laporan bisnis;
e. Ruang Lingkup, berhubungan dengan luas cakupan atau batas suatu pokok bahasan dalam sebuah laporan bisnis;
f. Metodologi, mengacu pada metode pengumpulan informasi;
g. Sumber-sumber, mencakup berbagai sumber yang kita gunakan dalam penyusunan laporan bisnis, baik sumber tertulis maupun sumber lisan;
h. Latar Belakang, jika pembaca dianggap perlu mengetahui informasi yang ada dalam laporan bisnis itu maka latar belakang harus disampaikan.
i. Definisi Istilah, jika kita menggunakan istilah yang memiliki beberapa penafsiran maka kita harus menjelaskan kepada pembaca definisi yang kita maksudkan.
j. Keterbatasan, adalah keterbatasan dalam hal dana, waktu, ataupun data yang tersedia.
Untuk laporan singkat, beberapa unsur tersebut dapat digabungkan menjadi satu atau dua paragraf dengan ataupun tanpa judul “Pendahuluan”. Bahkan dalam laporan berkala, judul pendahuluan dapat dihilangkan bila isi setiap periode sama dan pembaca telah mengetahuinya.
2.      Isi Laporan
Bagian terpanjang dari suatu laporan bisnis adalah isi laporan. Dalam bagian ini, kita membahas dan mengembangkan hal-hal yang penting secara rinci. Di samping itu, bagian ini dapat membantu kita mencapai maksud penulisan laporan bisnis. Penulisan laporan bisnis yang baik, harus mencakup temuan fakta yang penting dan relevan.
3.      Penutup
Bagian penutup berfungsi untuk merangkum laporan secara menyeluruh, dan untuk laporan analitis juga mengambil kesimpulan dan memberikan rekomendasi. Oleh karena itu, dalam Laporan Informasional bagian penutup ini dinamakan Rangkuman, sedangkan pada Laporan Analitis disebut Kesimpulan dan Rekomendasi.
Hal-hal yang dipertimbangkan dalam bagian penutup adalah sebagai berikut:
1.      Rangkuman, berisi ringkasan pembahasan secara menyeluruh. Kadangkala hanya berisi poin-poin yang penting, kekuatan dan kelemahan, atau manfaat dan kerugian;
2.      Kesimpulan, berisi evaluasi secara ringkas fakta-fakta yang dibahas, tanpa memasukkan pendapat pribadi kita sebagai penulis;
3.      Rekomendasi, menyarankan suatu program tindakan yang didasarkan pada kesimpulan yang telah dibuat;
4.      Rencana Tindakan, merupakan pernyataan terakhir yang mencakup waktu pelaksanaan program, anggaran yang diperlukan, dan orang-orang yang bertanggung jawab terhadap program/projek yang akan dilaksanakan.


IV.                CARA MEMBUAT LAPORAN BISNIS YANG BAIK

Laporan bisnis adalah salah satu cara yang paling efektif untuk berkomunikasi di dunia usaha saat ini. Meskipun tujuan laporan bisnis sangat luas cakupannya, usaha maupun individu dapat menggunakannya untuk membuat keputusan penting. Untuk menulis laporan bisnis yang efektif, pertama-tama Anda perlu memahami arti dan cara penggunaannya.
1.       Menentukan Tipe Laporan yang Ditulis

a.       Sajikan sebuah gagasan. Sebuah laporan yang menyajikan gagasan disebutlaporan justifikasi/rekomendasi. Anda dapat menggunakan jenis laporan tersebut untuk memberikan usul kepada manajemen atau pengambil keputusan yang lain. Jenis laporan ini biasanya terdiri dari rangkuman dan badan laporan. Badan laporan menggali informasi tentang manfaat, biaya, risiko, dan sebagainya, yang berkaitan dengan permintaan Anda.
·         Sebagai contoh, Anda menginginkan sebuah pencetak 3D untuk divisi Anda. Untuk meyakinkan manajer supaya meminta pengadaannya, Anda akan menulis laporan justifikasi/rekomendasi untuk memohon pencetak 3D secara resmi kepada tim manajemen.

b.    Sampaikan risiko beserta peluang spesifik. Laporan investigasi membantu menentukan risiko yang terlibat beserta tindakan yang spesifik. Jenis laporan ini terdiri dari pendahuluan, badan, dan kesimpulan. Bagian pendahuluan menyoroti masalah yang sedang diinvestigasi. Badan laporan digunakan untuk mendiskusikan fakta dan hasil investigasi. Bagian kesimpulan digunakan untuk merangkum isi laporan.
·         Sebagai contoh, misalkan sebuah perusahaan farmasi X ingin bermitra dengan perusahaan farmasi Y, tetapi dengan beberapa catatan. Perusahaan X tidak ingin bermitra dengan perusahaan yang sedang memiliki masalah keuangan atau pernah mempunyai masalah keuangan sebelumnya. Perusahaan X melakukan penyelidikan dan menggunakan laporan investigasi untuk mendiskusikan informasi keuangan perusahaan Y beserta direksinya secara mendalam.


c.       Sajikan informasi kepatuhan kepada badan pemerintah. Laporan yang dikenal sebagai laporan kepatuhan ini dapat membantu perusahaan menunjukkan akuntabilitas. Perusahaan akan menggunakan laporan kepatuhan untuk menunjukkan bukti kepada badan pemerintah (kota, provinsi, negara, dll.) bahwa perusahaan menaati semua hukum/aturan yang berlaku dan menggunakan uang dengan baik. Laporan tersebut berisi pendahuluan, badan, dan kesimpulan. Pendahuluan biasanya berisi gambaran umum tentang bagian utama laporan. Badan laporan berisi data, fakta spesifik, dll., yang perlu diketahui oleh badan pengatur. Kesimpulan digunakan untuk merangkum isi laporan.

·         Sebagai contoh, CALPERS (merupakan sistem pensiun pegawai negeri California) harus menunjukkan kepada dewan administrasinya bahwa sistem tersebut mengikuti semua hukum dan peraturan yang berlaku pada tahun 2010. CALPERS menyusun laporan kepatuhan tahunan untuk menunjukkan kegiatannya pada tahun tersebut


d.      Sampaikan kelayakan gagasan proyek yang diajukan. Laporan ekplorasi yang digunakan untuk menentukan jika sebuah gagasan akan berhasil disebut denganlaporan kelayakan. Laporan ini terdiri dari rangkuman dan badan. Badan laporan meliputi manfaat, potensi masalah, biaya yang berkaitan, dll., dari gagasan yang diajukan. Perusahaan mungkin menggunakan laporan kelayakan untuk mengeksplorasi pertanyaan berikut:
·         Dapatkah proyek ini diselesaikan sesuai anggaran?
·         Apakah proyek akan menguntungkan?
·         Apakah proyek dapat diselesaikan sesuai waktu yang dialokasikan?

e.      Sajikan temuan penelitian dalam studi
f.        Bantulah perusahaan memperbaiki kebijakan, produk, atau prosesnya melalui pemantauan konsisten. 
g.       Laporkan situasi spesifik.
h.      Sajikan beberapa solusi untuk mengatasi masalah atau situasi.

2.       Menulis Laporan Bisnis

a.       Tentukan tujuan Anda. Tanyakan pada diri sendiri tentang hal yang ingin dicapai oleh laporan Anda.[2] Terlepas dari jawaban tersebut, Anda perlu membuat tujuan secara ringkas. Jika tujuan laporan kacau tidak keruan, laporan Anda akan membingungkan audiensi, yang akan berisiko merusak kredibilitas laporan tersebut.
b.      Ingatlah bahwa terlepas dari audiensi Anda, tidak ada hasil akhir yang lebih penting daripada uang bagi perusahaan atau klien.
c.       Tentukan jenis laporan yang sesuai dengan situasi tertentu Anda. Sekarang, setelah Anda mengetahui hal yang ingin Anda capai dan pihak yang akan menerima informasi yang Anda susun, Anda dapat menentukan jenis laporan yang akan ditulis. Anda mungkin akan menemukan bahwa laporan tersebut termasuk dalam salah satu kategori dari Bagian1.
d.      Identifikasilah hal-hal yang perlu Anda pelajari. Bagian tersulit dari menulis laporan bisnis bukanlah pada penulisannya. Bagian tersulit adalah membentuk kesimpulan dan mengumpulkan data yang diperlukan untuk mendukung kesimpulan tersebut. Proses ini melibatkan berbagai keterampilan, termasuk pengumpulan data dan analisis pasar. Apa yang Anda dan, pada akhirnya, manajemen, perlu ketahui untuk membuat keputusan yang tepat tentang topik tersebut?
e.      Kumpulkan data yang tepat untuk laporan Anda. Sangat penting untuk memastikan bahwa data Anda diteliti dengan baik; jika tidak, Anda berisiko kehilangan kredibilitas. Pengumpulan data itu sendiri akan tergantung pada jenis laporan yang ditulis. Pastikan bahwa parameter data yang Anda pilih ringkas dan relevan terhadap gagasan laporan.
f.        Susun dan tulislah laporan. Cara menyusun laporan tergantung pada tujuan Anda. Sebagai contoh, Anda mungkin menyusun laporan kepatuhan dengan cara yang berbeda dibandingkan dengan laporan kelayakan. Segera setelah mendapatkan ide tentang cara yang Anda inginkan untuk menyusus laporan, Anda dapat menuliskan isi laporan.
g.       Tarik kesimpulan dengan rekomendasi yang spesifik. Tariklah kesimpulan yang jelas secara logis dari data yang diteliti di dalam laporan. Berikan rekomendasi yang jelas tentang tindakan terbaik berdasarkan kesimpulan tersebut, jika diperlukan.
h.      Tulislah rangkuman eksekutif. Rangkuman eksekutif harus berada di halaman pertama laporan, tetapi bagian ini adalah yang paling terakhir ditulis. Rangkuman eksekutif harus menampilkan temuan dan kesimpulan Anda serta memberikan gambaran umum tentang hal yang akan dibaca oleh seseorang, apakah mereka sebaiknya memilih membaca seluruh laporan. Rangkuman ini seperti iklan untuk film (trailer) atau abstrak dalam sebuah karya tulis akademik.
i.         Gunakan infografis untuk data-data yang digunakan, jika diperlukan. Untuk beberapa hal, mungkin akan bermanfaat jika Anda menyertakan grafik atau diagram yang menampilkan data kuantitatif.[5] Gunakan warna pada tampilan untuk menarik lebih banyak perhatian dan membantu membedakan informasi. Jika memungkinkan, gunakanbullet points (simbol seperti lingkaran hitam keci yang digunakan dalam teks untuk menunjukkan hal-hal yang terpisah dalam daftar), angka, atau data dalam kotak supaya lebih mudah dibaca. Cara ini akan membuat data Anda terpisah dari bagian laporan yang lain dan membantu menunjukkan signifikansinya.
j.        Cantumkan sumber Anda, jika diperlukan. Tergantung pada jenis penelitian yang telah dilakukan, Anda mungkin perlu menjelaskan asal sumber informasi. Tujuan adanya daftar pustaka atau halaman sumber pada laporan bisnis adalah untuk menyediakan sumber bagi orang lain yang ingin menindaklanjuti data dan menyelidikinya.
k.       Periksalah kembali laporan Anda sebanyak dua kali. Kesalahan ejaan atau dasar tata bahasa mungkin akan memberikan kesan kepada pembaca bahwa Anda tidak sungguh-sungguh berupaya mengerjakan laporan. Kesalahan tersebut juga dapat menimbulkan pertanyaan terhadap kredibilitas temuan. Selain itu, pastikan bahwa Anda menampilkan informasi dengan cara yang jelas dan ringkas



 sour